LOGIN ADMIN DINAS / OPERATOR
FOTO KEPALA DINAS

Drs. H. IRWAN LAHACE, M.Si
NIP. 19610808 198112 1 007

RADIO STREAMING
    Get the Flash Player to hear this stream.

    Streaming Provider by :
    SUARAEDUSULTENG

PIDATO MENDIKBUD PADA UPACARA HARDIKNAS 2 MEI 2017
Ditulis oleh : Syarif Ahmad - Bidang :

02 Mei 2017 - 01:10:40 WIB

Assa/amu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera dan bahagia bagi kita semua,

Pada hari yang penuh berkah dan nikmat ini, 2 Mei 2017, kita kembali memperingati Hari Pendidikan  Nasional atau  Hardiknas. Untuk itu, marilah  kita bersyukur tiada berhingga kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya semata kita sekalian memiliki kesempatan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017.  Terna Hardiknas kali ini adalah "Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas".

Terna tersebut terkait erat dengan fenomena dunia yang berubah sangat cepat dan menuntut kualitas semakin tinggi.  Untuk itu marilah kita resapi dan  renungi tema tersebut,   kemudian  kita wujudkan  bersama-sama.    Dengan begitu maka seluruh lapisan masyarakat akan dapat  menjangkau layanan pendidikan yang berkualitas. Dengan pendidikan  berkualitas  yang merata,  dalam makna dapat  dikenyam  oleh seluruh warga bangsa, maka ikhtiar kita mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945, dapat terwujud.

Selanjutnya, atas nama pemerintah,  izinkan saya menyampaikan penghargaan dan penghormatan  setinggi-tingginya  kepada  seluruh  insan  pendidikan  di  tanah  air. Mereka  adalah  yang telah  mengabdi  dan  berkorban  demi  kemajuan  pendidikan. Pengabdian dan pengorbanan yang sudah Bapak dan lbu berikan, sejauh ini telah membuahkan hasil yang menggembirakan.   Sekalipun di sana-sini  masih  banyak masalah dan menimbulkan ketidakpuasan. Semoga   keberhasilan tersebut semakin memacu semangat dan usaha keras kita. Sedang adanya masalah yang belum terselesaikan dan ketidakpuasan yang ada, justru semakin melipat-gandakan energi, kehendak, dan ikhtiar kita untuk menemukan terobosan-terobosan baru. 

lbu, Bapak,  dan Saudara  sekalian  yang mulia

Pada setiap saat  memperingati  Hardiknas kita tak  pernah lupa dengan  sosok  Ki Hadjar   Dewantara.   Mengapa?   Karena   peringatan   Hari   Pendidikan   Nasional didasarkan atas hari kelahirannya.  Beliau dilahirkan  tanggal 2 Mei 1889. Beliau sudah disepakati sebagai Bapak Pendidikan Nasional.    Dengan tanpa bermaksud mengecilkan peran para tokoh pendidikan yang lain,  peran Ki Hadjar Dewantara pada awal perintisan pendidikan nasional memang sangat besar. Baik berupa gagasan, pemikiran, maupun terawang masa depan. Oleh sebab itulah gagasan dan pemikiran beliau tetap relevan dan menjadi acuan bagi pembangunan pendidikan  nasional kita.

Beberapa di antara pandangan pemikiran   Ki Hadjar  Dewantara adalah:  (1)  "Panca Dharma"  yaitu bahwa pendidikan perlu  beralaskan lima dasar yaitu  kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.  (2) "Kon-3"yaitu bahwa penyelenggaraan pendidikan harus berdasarkan asas kontinuitas,  konvergensi, dan konsentris, dalam arti proses pendidikan perlu berkelanjutan, terpadu,  dan berakar di bumi  tempat  dilangsungkannya  proses  pendidikan.  (3)  "Tri-pusat Pendidikan" bahwa pendidikan hendaklah berlangsung di tiga lingkungan, yang kita kenal dengan nama  tripusat,   yaitu  lingkungan  keluarga,  sekolah,  dan  masyarakat  yang  saling berhubungan simbiotis dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Dalam  hal  kepemimpinan  pendidikan  Ki  Hadjar  Dewantara  mengajukan  konsep "Laku  Tetu" atau  tiga  peran  yang  dirumuskan  dalam frasa  Bahasa Jawa:  "Ing ngarso  sung  tuladha,  ing  madya  mangun  karso,  tut  wuri  handayani" yang artinya apabila di depan memberi teladan,  apabila di tengah memberi ilham (inspirasi) dan   apabila   di   belakang   memberi   dorongan.   Ketiga   peran   tersebut   harus dilaksanakan secara seksama  baik bergantian maupun serempak dalam tampilan sosok  pemimpin  pendidikan  yang  utuh.   Di  sinilah  kita  diingatkan  untuk  tidak memenggal dan menerapkan sepenggal-sepenggal tiga laku kepemimpinan dalam praksis pendidikan Ki Hadjar Dewantara. 

Agaknya  konsep  "Laku Telu" ini perlu dihayati kembali oleh para pedidik, pada saat mana dunia pendidikan mengalami krisis keteladanan dan praktek pendidikan  tidak lagi menginspirasi. Sementara dorongan dari arah belakang dari kepemimpinan pendidikan tidak disertai pemberian arah dan haluan untuk peserta didiknya.

lbu, Bapak, Saudara sekalian,

Gagasan pemikiran dan prinsip-prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara tersebut di atas adalah menjadi dasar acuan visi Presiden RI,  Joko Widodo di bidang pendidikan. Dalam visi Presiden, masa depan Indonesia adalah sangat ditentukan oleh generasi peserta didik masa kini yang  memiliki  karakter atau budi pekerti yang kuat, serta menguasai berbagai bidang ketrampilan hidup,  vokasi dan profesi abad 21.

Dalam rangka mewujudkan visi  tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional baik pada tataran konseptual maupun manajerial. Dalam tataran konseptual, sekarang sedang diupayakan  agar karakter   kembali   menjadi   fundasi   dan   ruh   pendidikan   nasional.   Untuk   itu pembentukan karakter harus dimulai dan menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar  (Basic  Education).   Kemudian  untuk jenjang  pendidikan  lebih  lanjut  harus kondusif bagi peserta didik  untuk  mengaktualisasikan potensi dirinya  semaksimal mungkin. Memungkinkan peserta didik membekali dirinya dengan keterampilan dan keahlian yang  berdaya  kompetisi  tinggi,   yang dibutuhkan  dunia  abad  21.  Hanya dengan karakter yang kuat dan kemampuan berdaya saing tinggi lah peserta didik masa kini akan sanggup membawa bangsa Indonesia berdiri dengan tegak di antara bangsa-bangsa maju yang lain di masa yang akan datang.

Untuk tujuan itu, sekarang tengah diupayakan penyelarasan, penyatuan, dan pembauran bidang kebudayaan dengan pendidikan.  Begitu juga dalam pemanfaatan sumber-sumber belajar yang ada di kelas,  di lingkungan sekolah dan yang ada di luar sekolah.      Sehingga  proses   pembelajaran  tidak  terkotak-kotak,  tersekat-sekat, tertutup, dan sumpeg, melainkan terbuka, luwes dan leluasa. 

Lebih   jauh,   reformasi   juga   akan   dilakukan    dalam   hal  waktu   belajar   di  satuan pendidikan,   pengorganisasian    pelajaran  dan  kegiatan  belajar,  tugas  tanggung  jawab dan  peran   guru  dan  tenaga   kependidikan.    Termasuk   reformasi   peran   dan  tugas kepala   sekolah   sebagai    manajer   sekolah,    komite   sekolah   dan   juga   pengawas sekolah.    Reformasi    pendidikan     pada    tataran    aksi,    ditandai    dengan    Gerakan Penguatan  Pendidikan  Karakter  (PPK) dan Gerakan  Literasi  Nasional  (GLN).

Demikian   pula   revitalisasi   SMK   kini  sedang   dilaksanakan,    dan  perbaikan   sistem distribusi  Kartu  Indonesia  Pintar  terus  dilakukan.   Gerakan  PPK dan  GLN  diharapkan menjadi    pintu   masuk   dan   kunci   utama   bergeraknya    reformasi    berbagai    sektor pendidikan    dan   kebudayaan     baik   di   lingkungan    Kementerian     Pendidikan    dan Kebudayaan    maupun   di  lingkungan    pemerintah    daerah   dan   satuan   pendidikan, bahkan  lingkungan   masyarakat.   Berbagai   program  dan  kegiatan  serta  sumber  daya baik   finansial   maupun   non-finansial    di   lingkungan    Kementerian    Pendidikan    dan Kebudayaan   serta  dinas  pendidikan   di berbagai  daerah  hendaklah  difokuskan   untuk mendukung    gerakan   reformasi    pendidikan   tersebut.    Reformasi   pendidikan    untuk menjawab   permasalahan   bangsa  Indonesia  ini senantiasa  ditekankan   oleh  Presiden Republik   Indonesia   sehingga   kita  semua   yang  berbakti   dan  berkhidmat   di  dunia pendidikan perlu bersinergi mendukung terlaksananya  reformasi pendidikan nasional dimaksud.

lbu, Bapak, Saudara, dan hadirinyang  mulia,

Reformasi pendidikan nasional tersebut merupakan proses jangka panjang,  bukan sesaat dan jangka pendek,  sehingga perlu dilaksanakan secara sistemis, prosedural, dan bertahap di samping perlu dukungan dan partisipasi konstruktif semua jajaran pelaksana pendidikan,  pemangku  kepentingan pendidikan, bahkan warga  bangsa Indonesia. Tak heran, hasil reformasi pendidikan nasional tersebut, yang semoga berbuah manis dan melegakan bagi seluruh warga bangsa Indonesia, mungkin memang tidak  kita  nikmati  sekarang,  tetapi  niscaya  anak  cucu  kita  yang  bakal menikmatinya,  dalam  arti  anak  cucu  kita di  seluruh  Indonesia  bisa  mengenyam pendidikan pendidikan berkualitas pada satu sisi dan pada sisi lain bangsa Indonesia mencapai kemajuan dan keunggulan di antara bangsa-bangsa lain. 

Dengan  demikian,  keberadaan   bangsa  Indonesia  di tengah  bangsa  lain menjadi  lebih bermartabat,    berdaulat,   dan   bermaslahat.    Untuk   itu,  dalam   reformasi   pendidikan nasional  ini,   kerja  keras  yang  kontruktif,   penuh  keikhlasan   dan  pengorbanan,   serta pengabdian   tulus  seluruh   insan  pendidikan   di  seluruh   Indonesia   amat  diharapkan. Marilah   kita   bersama-sama     menggerakkan     reformasi    pendidikan    nasional   demi kemajuan  dan  keunggulan   pendidikan   nasional  kita pada  satu sisi dan  pada  sisi lain demi  kelangsungan   dan  kelanggengan   bangsa  Indonesia  di tengah  kancah  bangsa• bangsa  lain.

Pada  Hari  Pendidikan   Nasional  2017  sekarang,   mari  kita  singsingkan   lengan  baju untuk  menggerakkan    reformasi   pendidikan   nasional  demi  anak  cucu  kita.   Semoga Tuhan  seru sekalian  alam meridhai  dan menguatkan  tekad dan langkah  kita.

Akhirnya,   mari  kita  "Cancut Taliwondo" demi segera terwujud pendidikan berkualitas yang merata di seluruh Indonesia.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 

MUHADJIR EFFENDY 

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang Kurikulum 2013 yang akan dicanangkan pada tahun ajaran mendatang?
Sangat Bagus
Bagus
Sangat Bagus
Bagus
Sangat Bagus

HASIL POLLING
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 26180 kali